Penulis : Muqoddas Rofi'i
Banyak
masyarakat di indonesia sekarangsering mempesoalkan agama daripada masalah sosial. Padahal manusia di
ciptakan di bumi ini baik laki-laki dan perempuan bersuku-suku dan
berbangsa-bangsa supaya saling mengenalbukanmempersoalkanberagama.
Allah
berfirman tentang hakikat manusia di dalam masyarakat dalam surat al-hujurat ayat 13 :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.
Artinya :hai manusia kami mencitakan kaliannya semua laki-lakidan perempuan danmenjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya untuksaling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
di antara kalian disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara
kalian.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.
Ketikamemahamiayat di atas sebagaima nusiaharus mementingkan masalah social masyarakat daripada mempersoalkan masalah keberagamaan manusia sebelum mengenal orang itu. Dan Allah swt menegaskan orang yang paling mulia di antara kalian
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa dengan kata lain orang yang mementingkan masalah social masyarakat derajatnya paling mulia di sisi Allah swt.
Sebelum
pembahasan lebih jauh, perlu kita pahami dahulu apa itu agama (dalam bahasa
Inggris di sebut religion, dan dalam bahasa Arab disebut al-dien).
Agama secara bahasa berasal dari bahasa Sansekerta yang masuk kebendaharaan
bahasa melayu (Nusantara). Ada perbedaan pendapat mengenai arti kata ini, satu
sisi mengatakan agama terdiri dari kata a berarti tidak dan gama
berarti kacau atau kocar-kacir. Jadi, agama berarti tidak kacau, tidak
kocar-kacir, atau terarur. Sedang dilain sisi mengatakan definisi tersebut
tidaklah ilmiah. Menurutnya (yang berpendapat lebih ilmiah) agama berasal dari
kata gam yang mendapatkan awalan dan akhiran a, sehingga menjadi agama.
Kata dasar gam tersebut memiliki arti yang sama dengan kata ga atau gaan
dalam bahasa Belanda, atau kata go dalam bahasa Inggris, yang berarti
pergi. Setelah mendapat awalan dan akhiran a artinya menjadi jalan. Yang
dimaksud adalah jalan hidup atau jalan yang harus ditempuh manusia sepanjang
hidupnya. Pengertian jalan ini ditemukan sebagai ciri-ciri hakiki dalam banyak
agama. Taoisme dan Syinto berarti jalan; Budhisme menyebut undang-undang
pokoknya dengan jalan; Yesus menyuruh pengikutnya untuk menurut jalannya;
Thariqat, Syari’at, dan Shirath dalam ajaran islam juga bermakna jalan.
Dengan
demikian pengertian secara etimologis kata agama yang mengandung arti yang
bersifat mendasar yang dimiliki oleh setiap agama adalah jalan; jalan hidup;
jalan yang mendatangkan kehidupan yang teratur, aman, tentran, dan sejahtera.
Sedang secara terminologis agama adalah merupakan suatu kepercayaan.
Dalam
istilah lain agama disebut juga dengan religi yang diserap dari bahasa Inggris religion.
Kata religion itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yang berasal dari kata relegere
yang memiliki arti dasar berhati-hati, dan berpegang pada norma-norma atau
aturan-aturan secara ketat; atau relegare yang berarti mengikat,
maksudnya mengikat diri pada sesuatu yang ghaib yang suci. Dengan demikian religi
pada dasarnya memiliki pengertian sebagai keyakinan akan adanya kekuatan yang
ghaib yang suci, yang menentukan jalan hidup dan mempengaruhi kehidupan
manusia, yang dihadapi secara hati-hati dan diikuti aturan-aturan serta
norma-norma secara ketat, agar tidak menyimpang dari kehendak yang telah
ditetapkan oleh kekuatan ghaib yang suci tersebut.
Selain
itu ada juga yang menyebut agama dengan istilah al-dien. Kata al-dien
berasal dari kata dasar daan ( (دَانَyang berarti hutang; sesuatu yang harus
dipenuhi atau ditunaikan. Sedang dalam bahasa Semit, kata al-dien (دِين) berarti undang-undang
atau hukum. Dengan demikian arti kata daan dan al-dien menunjukan
pengertian undang-undang atau hukum yang harus ditunaikan oleh manusia, dan
mengabaikannya akan berarti hutang yang akan dituntut untuk ditunaikan, serta
akan mendapat hukuman jika tidak ditunaikan.
Pengertian islam secara etimologi dari bahasa Arab : salima yang artinya selamat. Dari kata itu terbentuk aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk atau patuh.Sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-baqaroh ayat 12 :
بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ
أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ.
Artinya : (tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedangia membuat kebajikan, maka baginy apahala pada sisi tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
Dari kata aslama itulah terbentuk kata islam. Pemeluknya disebut muslim. Orang yang memeluk islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar